Contoh Surat Kuasa, Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Jenis

Surat kuasa merupakan salah satu administrasi resmi yang sering dijumpai. Penulis surat membuat surat kuasa karena adanya keperluan yang tidak bisa diurus sebab memiliki kesibukan sehingga perlu adanya orang yang mewakili. Setiap orang sebaiknya tahu pengertiansurat kuasa danseluk beluk lain mengenai surat kuasa. Menguasai penulisan surat kuasa ini akan sangat membantu mempermudah pekerjaan.

Pengertian Surat Kuasa

Surat kuasa adalah surat pemberian wewenang kepada orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai instruksi dalam surat tersebut khususnya terkait administrasi atau pengambilan dokumen penting. Orang yang ditunjuk biasanya adalah orang yang sudah dikenal baik dan sudah dipercaya. Meskipun orang tersebut dipercaya, adanya surat kuasa dapat meyakinkan pihak pengurus untuk memberikan dokumen penting kepada orang selain pemilik dokumen tersebut. Surat kuasa ini bisa dibuat untuk proses pengambilan ijazah, pengambilan BPKB, dan sebagainya. Dengan adanya surat kuasa, Anda dapat melimpahkan wewenang kepada orang lain ketika Anda sedang memiliki banyak kesibukan.

Hal yang Harus Diketahui

Berdasarkan pengertian surat kuasa, terdapat beberapa hal yang harus diketahui. Hal tersebut dapat menunjang lancarnya proses kegiatan yang menggunakan surat kuasa mulai dari awal sampai akhir.

1. Pilih orang yang dikenal dan dipercaya

Orang yang diberi kuasa merupakan faktor utama dalam proses pemberian kuasa. Penerima kuasa dianjurkan orang yang dikenal dan dipercaya dengan baik oleh pemberi kuasa. Hal tersebut bertujuan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi sehubungan dengan dokumen penting yang diambil. Orang yang ditunjuk sebagai penerima kuasa sebaiknya berasal dari kerabat dekat, keluarga, atau teman. Perhatikan bagaimana kesehariannya dan trackrecordnya dalam menjalankan instruksi dari orang lain. Apabila salah dalam menunjuk orang sebagai penerima kuasa, dikhawatirkan akan terjadi hal yang merugikan pemberi kuasa.

2. Tidak mengandalkan surat kuasa saja

Saat pemberian kuasa, pemberi kuasa sebaiknya membawa dokumen pendukung lain. Beberapa dokumen pendukung yang dapat dibawa antara lain surat keterangan ketua RT atau RW dan KTP. Adanya dokumen pendukung dapat meyakinkan pihak terkait dan menguatkan surat kuasa yang dibawa oleh penerima kuasa.

3. Menempelkan materai

Supaya lebih menguatkan sebuah surat, diperlukan materai di tempat tanda tangan pemberi dan penerima kuasa. Penyertaan materai menunjukkan bahwa surat tersebut merupakan surat resmi yang sah secara hukum.

4. Mencantumkan pernyataan dengan jelas

Segala sesuatu yang terdapat di surat kuasa harus tercantum dengan singkat, jelas, dan padat. Salah satunya adalah pernyataan yang terdapat di dalamnya. Pemberi kuasa harus jelas dalam memberikan instruksi kepada penerima kuasa. Jangan sampai terdapat celah dalam instruksi yang dibuat sehingga menimbulkan ketidakjelasan dan dapat menjadi awal kesalahan. Selain itu, pernyataan mengenai konsekuensi juga harus diperjelas.

Ciri – Ciri Surat Kuasa

Surat kuasa memiliki ciri-ciri yang mudah diperhatikan. Ciri-ciri inilah yang membedakan antara surat kuasa dengan surat resmi lainnya. Berikut merupakan ciri-ciri surat kuasa.

1. Terdapat judul

Penulisan surat kuasa umumnya disertai dengan judul surat yang tercantum di atas. Judul yang tercantum misalnya, “Surat Kuasa”.

2. Penulisan

Surat kuasa adalah surat resmi. Berdasarkan sifat ini, penulisan surat kuasa harus menggunakan bahasa baku, singkat, dan mudah dipahami.

3. Mencantumkan dokumen pendukung lain

Pemberian wewenang kepada orang lain tidak hanya menggunakan surat kuasa saja. Umumnya penerima kuasa juga membawa beberapa dokumen pendukung penting lainnya untuk meyakinkan orang lain bahwa dia adalah penerima kuasa yang sah.

Unsur

Dalam surat kuasa, terdapat unsur yang harus tercantum. Unsur tersebut harus diperhatikan dengan baik dan cermat sehingga tidak terlewatkan. Unsur penting yang harus ada dalam surat kuasa antara lain.

1. Kop surat

Kop menjadi identitas surat dan sebagai petunjuk bahwa surat tersebut termasuk surat resmi. Hal-hal yang perlu dicantumkan dalam kop adalah judul. Apabila penulis surat merupakan instansi resmi, maka dalam kop perlu dicantumkan nomor surat dan instansi asal.

2. Isi

Bagian utama dalam membuat surat kuasa harus mencantumkan identitas pemberi kuasa, identitas penerima kuasa, dan pernyataan kuasa termasuk instruksi dan konsekuensi yang akan diterima terkait penyalahgunaan surat kuasa.

Identitas baik pemberi maupun penerima kuasa yang dicantumkan dalam membuat surat kuasa antara lain nama lengkap, NIK (Nomor Induk Kependudukan), tempat tanggal lahir, alamat, dan pekerjaan. Identitas yang tercantum harus lengkap dan sesuai dengan KTP supaya tidak membingungkan. Jangan sampai terdapat kesalahan dalam pencantuman identitas dalam surat kuasa.

Pernyataan kuasa berisi mengenai perintah dari pemberi kuasa ke penerima kuasa termasuk apa saja kewajiban dan hak dari masing-masing pihak. Apabila kewajiban atau hak tidak dipenuhi, maka terdapat konsekuensi yang perlu ditanggung.

3. Penutup

Penutup secara garis besar mencantumkan tujuan pembuatan surat kuasa. Di akhir surat kuasa, kedua belah pihak harus membubuhkan tanda tangan sebagai tanda persetujuan terkait pernyataan yang dibuat dan sebagai konfirmasi bahwa identitas sudah benar. Tanda tangan akan lebih bernilai jika disertai dengan materai.

Jenis dan Contoh Surat Kuasa

Surat kuasa terdiri atas beberapa jenis yang berbeda satu sama lain. Perbedaan jenis satu dengan jenis lainnya berdasarkan subyek yang membuat surat kuasa. Jenis surat kuasa yang ada antara lain.

1. Surat Kuasa Perseorangan

Penulis surat merupakan individu yang menyerahkan wewenang pada penerima kuasa untuk melakukan kepentingan yang bersifat individu. Contoh surat kuasa perseorangan adalah pengambilan ijazah, pengambilan, BPKB, dan sebagainya. Pernyataan yang dicantumkan dalam surat kuasa perseorangan dapat dibuat berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

surat kuasa perseorangan

2. Surat Kuasa Kedinasan

Dibandingkan surat kuasa perseorangan, surat kuasa kedinasan dibuat oleh penulis untuk melakukan kepentingan untuk pekerjaan atau kepentingan perusahaan. Surat kuasa kedinasan dibuat oleh institusi resmi tertentu atas nama pimpinan yang diberikan kepada bawahannya. Contohnya adalah surat kuasa pengambilan dokumen, kehadiran dalam rapat, dan sebagainya.

surat kuasa kedinasan

3. Surat Kuasa Istimewa

Pihak yang membuat surat kuasa istimewa umumnya merupakan individu atau institusi tertentu yang ditujukan pada pihak hukum. Biasanya surat kuasa istimewa dibuat untuk menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan hukum seperti proses pengadilan, pengurusan tanah, dan sebagainya.

surat kuasa istimewa

4. Surat Kuasa Pengambilan BPKB

surat kuasa pengambilan BPKB

5. Surat Kuasa Tanah

surat kuasa tanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *